Rahasia Kesuksesan Budidaya Ikan Gurame Yang Perlu Anda Tahu

Cara Budidaya Ikan Gurame Di Kolam - Sepertinya tidak perlu untuk dijelaskan secara rinci seperti apa ikan gurame itu, karena kami yakin Anda pasti sudah sangat familiar dengan jenis ikan air tawar yang satu ini..

Ikan gurami banyak sekali kita jumpai hampir di seluruh daerah di Indonesia, ikan ini menjadi salah satu pilihan konsumsi disamping ikan nila atau ikan lele. Dikutip dari Wikipedia, bahwa ikan gurami banyak dijumpai di Asia tenggara dan Asia Selatan.

Di Indonesia sendiri penyebutan untuk ikan gurami sangat beragam, seperti Gurame, Grameh, dan kaloi. Bentuk ikan Gurame sendiri hampir sama dengan ikan nila hanya saja bentuknya lebih sedikit pipih dan ada bagian perutnya ada sirip yang panjang menyerupai cambuk...

Ternak Ikan, Budidaya ikan gurame, Cara membedakan Ikan Gurame jantan dan Ikan Betina, Menyiapkan bibit ikan gurame, Memelihara Ikan gurami dari awal, Panduan Budidaya Ikan Gurame Agar Cepat Panen,


Untuk pembudidayaan ikan gurame sendiri terbilang cukup mudah, ikan  ini sangat mudah beradaptasi. Tentunya keuntungan dari hasil penjuualan juga bisa menjadi pertimbangan ketika Anda ingin memelihara Ikan gurami di Kolam...

Bisnis perkembangbiakan ikan gurame juga banyak diminati oleh petani ikan, permintaan akan ikan ini terbilang tinggi terutama untuk restauran dan rumah makan lesehan....

Bagaimana untuk memulai membudidayakan ikan gurame di kolam sendiri? apakah perlu keahlian khusus,,?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering sekali muncul terutama pada seorang pemula yang akan mencoba membudidayakan Ikan Gurami.

Untuk dapat membudidayakan Ikan gurami agar menghasilkan panen yang banyak, tentu Anda harus mengetahui teknik-teknik yang diperlukan agar proses pembudidayaan ikan gurame bisa berjalan dengan baik.

Cara untuk membudidayakan ikan gurame di Kolam dari mulai memilih bibit sampai ke masa panen dapat Anda lakukan dengan beberapa tips berikut:

1. Memilih Ikan Gurame Super Untuk Indukan


Pemilihan indukan yang memiliki kualitas baik akan sangat membantu dalam keberhasilan budidaya ikan gurame, untuk menentukan ikan gurami jantan dan betina yang bagus untuk indukan dapat dilihat dari beberpa kriteria berikut:
  • Memiliki sifat pertumbuhan yang cepat. 
  • Bentuk badan normal (perbandingan panjang dan berat badan ideal)
  • Ukuran kepala relatif kecil 
  • Susunan sisik teratur, licin, warna cerah dan mengkilap serta tidak luka
  • Gerakan normal dan lincah. 
  • Bentuk bibir indah seperti pisang, bermulut kecil dan tidak berjanggut. 
  • Berumur antara 2-5 tahun.
Sedangkan untuk dapat membedakan antara ikan gurame jantan dan ikan gurame betina dapat dilakukan dengan melihat beberapa ciri fisik berikut:

Ciri-Ciri Ikan Gurame Jantan
  1. Dahi menonjol
  2. Dasar Sirip dada terang keputihan
  3. Dagu Kuning
  4. Jika diletakkan pada tempat yang datar, ekor ikan akan naik
  5. Jika perut distriping atau diurut akan mengeluarkan cairan berwarna putih
Ciri-Ciri Ikan Gurami Betina
  1. Dahi tidak Menonjol
  2. Dasar Sirip dada terang kehitaman
  3. Dagu putih kecoklatan
  4. JIka diletakkan pada tempat yang datar, ekor hanya bergerak-gerak
  5. Jika perut distriping atau diurut tidak mengeluarkan cairan putih
Jika mengacu ke SNI 01-64851-2000 tentang Induk Gurami Kelas Induk Pokokk, Ikan gurame yang dijadikan indukan harus sudah pada masa siap untuk bereproduksi, hal ini dapat dilihat dari tingkat kematangan gonad. Pada Ikan Gurame Jantan kematangan gonad dapat diketahui dari Tingkah laku ikan saat di kolam, ikan jantan akan selalu bersama ikan gurame betina saat membuat sarang.

Sedangkan tingkat kematangan gonad pada ikan betina dapat diketahui dengan melakukan pemijatan pada perut ikan, akan terasa lunak dan membesar. Ikan betina pun cenderung akan bersama ikan jantan saat di kolam.

2. Mengambil Telur Ikan Dengan Cara Pemijahan

Bila proses pematangan gonad (kandung telur dan sp*rma) dikolam penampungan sudah mencapai puncaknya, induk segera dimasukkan dalam kolam pemijahan. Induk yang siap memijah biasanya umur 2-3 tahun.

Untuk kolam seluas100 meter persegi bisa disebar induk sebanyak 30 ekor betina dan10 ekor jantan. Padat tebar induk adalah 1 ekor/5m² dengan perbandingan jumlah jantan dan betina adalah 1:34.

Penebaran induk di kolam pemijahan dapat dilakukan secara berpasangan (sesuai perbandingan) pada kolam yang disekat atau pun secara komunal (satu kolam diisi beberapa pasangan).

Siapkan kerangka sarang (sosog) yang dibuat dari bambu dibentuk kerucut, panjang 80 cm, garis tengah 30 cm, tiap sarang diisi seekor induk, karena betina yang akan kita isi ada3 ekor, maka dibuat 3 buah kerangka (sarang).

Letakkan bahan pembuat sarang yang terdiri dari rumput kering/ijuk/sabut kelapa yang telah diural. Bahan sarang dipisah agar ikan Gurame mudah mengambilnya dan membawanya ke tempat sarang.

Setelah pemijahan berlangsung 1-2 hari induk betina akan melepaskan telur- telurnya ke dalam sarang yang kemudian disemproti sp*rma oleh si jantan sehingga terjadi pembuahan sel telur.

Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dapat dilakukan dengan cara meraba dan menggoyangkan sarang secara perlahan atau dengan menusuk sarang menggunakan lidi/kawat dan menggoyangkannya. Sarang yang sudah berisi telur ditandai dengan keluarnya minyak/telur dari sarang kepermukaan air.
 
Sarang yang sudah berisi telur diangkat. Telur dipisahkan dari sarang dengan cara membuka sarang secara hati-hati. Karena mengandung minyak, telur akan mengambang dipermukaan air. Telur yang baik berwarna kuning bening sedangkan telur berwarna kuning keruh dipisahkan dan dibuang karena telur yang demikian kemungkinan kecil akan menetas.  Minyak yang timbul dapat dikurangi dengan cara diserap memakai kain.


3. Melakukan Penetasan Telur Ikan Pada Tempat Khusus


Telur-telur ikan yang telah dihasilkan dari proses pemijahan dipindahkan ke tempat khusus yang digunakan untuk menetaskan telur-telur tersebut.

Telur dimasukkan dalam kolam kecil atau tempat khusus dengan kedalaman air sekitar 30cm dan suhu air berkisar 27⁰C - 28ºC.

Telur ikan gurmae akan menetas pada hari ke 2-3, kemudian biarkan larva-larva ikan gurame berada pada kolam penetasan selama 10 hari.

Larva-larva ini akan mendapatkan makanan dari sisa telur..

Benih-benih yang telah berumur 1-2 bulan sejak menetas dapat dibesarkan pada kolam pendederan atau di sawah.

Benih ditebarkan dengan kepadatan 30 ekor/meter persegi, dengan ukuran benih 5-10 cm pada kolam pendederan. Makanan yang dapat diberikan selama pemeliharaan adalah rayapataudaun-daunanyangtelahdilunakkandengandosis rayap atau daundaunan yang telah dilunakkan dengan dosis 20-30% berat badan rata-rata. Makanan tambahan berupa dedak halus yang diseduh air panas diberikan 1 kali seminggu dengan takaran 1 blek minyak tanah untuk 100ekor benih. Lamanya pendederan sekitar 1-2 bulan.

Pakan lain yang dapat diberikan adalah Pakan berupa kutu air (Dhapnia sp., Moina sp.) dan Cacing sutera(Tubifek) dengan dosis 100% bobot badan/hari. Pemberian pakan dilakukan secara adlibitum (sekenyang-kenyangnya).

Setelah proses perawatan benih sudah mencapai 2 bulan, maka benih-benih dapat dilakukan pemanenan. Bobot benih ikan gurame yang mendapatkan perawatan baik bisa mencapai 0.3gr/ekor.


4. Melakukan Perawatan Gurame Agar Cepat Besar


Bibit-bibit gurame yang sudah memiliki ukuran cukup selanjutnya ditebar dikolam dan dilakukan perawatan yang baik agar cepat besar dan panen. Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan perawatan pada budidaya ikan gurami mencakup pemberian pakan yang cukup dan bergizi bagi ikan gurmai dan perawatan pada kolam. Untuk lebih jelasnya dapat dibaca pada artikel cara perawatan ikan gurami agar cepat besar. (Baca Selengkapnya pada Ikan Gurame Cepat Besar, Ternyata Ini Cara Mereka )

5. Melakukan Pemanenan Ikan Gurame

Untuk masa panen ikan gurame sendiri sangat tergantung pada kebutuhan pasar, Ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0,3 kg/ekor, sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0,7 kg/ekor.

Pemanenan dilakukan dengan cara membuang air kolam air kolam sedikit demi sedikit sampai batas yang ditentukan. Penangkapan dilakukan menggunakan serokan atau alat sejenis yang tidak menyebabkan badan gurame terluka.

Itulah beberapa Tips cara budidaya ikan gurame dari awal hingga masa panen. Tidak begitu rumit untuk dapat melakukan budidaya ikan gurame di kolam sendiri. Jika Anda kesulitan dalam menyiapkan benih pada proses pemihakan dan pembesaran benih, maka Anda dapat membeli bibit ikan gurami yang siap tebar dari petani budidaya ikan gurami di sekitar tempat tinggal Anda. Selamat Mencoba....

Referensi:
Budidaya Ikan Gurami-Riza Rahman Hakim, S.Pi


EmoticonEmoticon