Cara Menanam Padi Organik Secara Tradisional


Cara Menanam Padi Yang Baik dan Benar - Padi merupakan bahan dasar pembuat nasi yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Ditengah maraknya isu beras plastik yang beredar saat ini, dapat kita siasati dengan menanam padi sendiri. Selain menghindarkan dari konsumsi beras yang tidak sehat tersebut, ternyata kita bisa mendapatkan beras yang kualitasnnya baik jika ditanam secara organik. Padi yang ditanam secara organik tidak menggunakan bahan kimia dalam proses budidayanya, sehingga kesehatan keluarga dapat terjaga.

cara menanam padi

Cara menanam padi secara organik dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut, yaitu:

Menyemai Bibit Padi

Langkah awal penyemaian bibit padi dapat dilakukan dengan membuat lahan semaian menggunakan cangkul, tanah sawah dihaluskan dengan menggunakan cangkul dan dibuat seperti tegalan dan lebih tinggi agar lahan semai tidak terendam air. Setelah itu, lahan semai yang telah dibuat dibiarkan 1-2 hari. Taburkan bibit padi secara merata, taburkan bagian atas biji padi dengan sekam padi yang telah dibakar secara merata. Atur aliran air dengan membuat galengan (saluran air) agar tidak menggenangi semaian padi. Padi hasil semaian akan siap dicabut dan ditanam setelah berumur 3 minggu dari penaburan benih.

cara menanam padi
Semaian Bibit Padi

Menyiapkan Lahan Sawah

Lahan sawah harus diolah terlebih dahulu dengan cara membajak menggunakan traktor ataupun menggunakan kerbau. Tujuannya adalah untuk mendapatkan tanah sawah yang lembut dan bersih dari sisa-sisa tanaman padi sebelumnya.

Setelah itu pada bagian sisi kanan dan kiri dibuatlah galengan untuk membendung air dan menjadikan batas dengan sawah warga yang lainnya. untuk menghasilkan tanah sawah yang subur, dapat ditaburi pupuk kandang sembari meratakan hasil bajakan dengan menggunakan cangkul. biarkan sawah selama 3-5 hari sebelum ditanami agar kondisi tanahnya stabil dan pupuk kandang yang ditaburkan dapat tercampur sempurna.
Menanam Padi

Saat padi semaian sudah berumur 3 minggu dan lahan sawah sudah siap, maka dapat dilakukan penananam. Bibit padi dicabut dan dikumpulkan menjadi beberapa ikatan untuk memperludah dalam pendistribusian bibit saat disawah. Setelah bibit selesai dicabut dan diikat, bibit dapat diletakkan di sawah yang akan ditanami, biarkan benih selama 1 hari terlebih dahulu jangan langsung ditanam. Hal ini bertujuan agar bibit dapat beradaptasi dengan kondisi sawah.

Penanaman padi dapat dilakukan dengan cara mundur atau sering disebut tandur (tanam mundur) oleh orang jawa, cara menanamnya yaitu menggunakan bambu yang telah diberi acuan jarak tanam. Bambu ini diberi garis-garis atau tanda lain sebagai acuan menanam, biasanya jarak tanamnya adalah 20cm. Bambu ini akan dipindahkan mengikuti arah penanaman (menanam mundur), sampai semua area sawah tertanami.

                                     Menanam Padi dengan cara Tanam Mundur (tandur);                                                                             Sumber Foto: http://kesuburan-harta-benda.blogspot.com/2013/01/mengolah-sawah-secara-tradisional.html

Perawatan Tanaman Padi

Perawatan padi harus tetap dilakukan agar mendapatkan padi oraganik yang subur dan berbuah banyak, penyiangan rumput-rumput yang tumbuh di sawah harus selalu dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan padi. Selanjutnya adalah lakukan pemupukan, untuk mendapatkan padi organik tentunya tidak menggunakan pupuk kimia. Untuk mendapatkan padi yang subur dapat dilakukan penambahan pupuk organik, saat ini sudah banyak beredar di kios-kios pertanian pupuk organik yang telah dikemas seperti pupuk kimia. Pupuklah tanaman padi sesuai dosis yeng tertera di kemasan pupuk.

Musuh utama padi adalah wereng dan tikus, untuk mengurangi serangan tikus perlu disiasati dengan cara tetap menjaga area sawah bersih dari rumput-rumput rimbun dan membasmi tikus-tikus yang bersarang di tegalan sawah. 

Untuk hama wereng dan hama lainnya memang agak sulit jika tidak dilakukan penyemprotan dengan menggunakan bahan kimia, namun saat ini banyak juga dijual di kios-kios pertanian insektisida yang berbahan organik.


Panen Padi

Tanaman padi sudah dapat dipanen setelah berumur 4 bulan dari penanaman, ciri-ciri padi yang siap panen adalah semua bulirnya sudah terisi dan menguning, serta batang padinya (jerami) sudah mulai mengering. 


Untuk pemanenan dapat dilakukan dengan memotong batang padi dengan menggunakan sabit sekitar 20cm dari pangkal batang (jangan sampai terkena buah padinya). Setelah itu untuk memisahkan bulir-bulir padi dengan tangkainya dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya digebuk dan tleser (menggunakan mesin).

Setelah bulir padi dipisahkan dari jerami, sebelum digiling untuk memisahkan beras dan sekamnya maka padi-padi tersebut harus dijemur terlebih dahulu sampai kering.

Itulah beberapa langkah cara budidaya padi secara organik, selain lebih mudah dan biayanya lebih murah tentunya akan menghasilkan padi yang baik bagi kesehatan keluarga yang mengkonsumsi. Kualitas padi yang ditanam secara organik juga tidak kalah dengan padi yang ditanam menggunakan pupuk kimia.

loading...

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BijiBersemi.Com

Blog, Updated at: 9:03 PM

3 komentar:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Taukah anda bahwa 60 % keberhasilan budidaya tanaman padi ditopang oleh kondisi tanah, oleh karena itu gunakan pupuk humagrow yang di produksi oleh PT Multikimia Agro Sejahtera dan didistribusikan oleh CV erlima brotehers untuk memperbaiki kondisi fisik,biologi dan kimia tanah serta memberikan unusur hara yang dibutuhkan tanaman padi

    ReplyDelete
  3. tapi pupuk organik berat dan bau deh

    ReplyDelete