Cara Mudah Menanam Cabe Rawit


Cara menanam cabe rawit Yang Benar - Kurang lengkap rasanya apabila memasak tidak menggunakan cabai, apalagi bagi sebagian suku di Indonesia tipe masakannya didominasi oleh pedas. Kebutuhan akan cabai sangat tinggi, bahkan beberapa waktu lalu harga cabai mencapai 200rb lebih perkilonya.


Tanaman cabai merupakan tanaman yang mudah sekali tumbuh dan cocok di daerah tropis. Oleh karena itu tidak begitu sulit untuk menamnya, namun apabila untuk tujuan penjualan maka perawatan dan pemeliharaan harus sangat diperhatikan untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Budidaya cabe rawit dapat dilakukan dengan beberpa langakh berikut:

Langkah Pertama : Pemilihan Bibit

Dalam memilih bibit ada dua cara, yaitu dengan membeli bibit yang telah siap yang dijual di toko-toko pertanian, dan menyiapkan bibit dari hasil tanaman sebelumnya.

Untuk bibit dari hasil beli mungkin tidak perlu repot-repot karena di toko telah tersedia bibit hibrida dari varietas cabai. dan kemudahan yang diberikan adalah penjelasan keunggulan serta kondisi lahan yang sesuai dengan bibit telah dijelaskan. Namun, kekurangannya kadang kita akan sulit mencari cabai yang sesuai, dan sering jenis cabai setelah tumbuh tidak sesuai dengan yang ada di kemasan benih.

Dalam memilih benih dari tanaman sebelumnya, yang perlu kita lakukan adalah memilih batang cabai yang terlihat paling bagus kualitasnya. Pilihlah buah cabai yang sudah matang (tua) dari buah yang panen sekitar urutan tengah (panen kali ke 3 - 4). Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa benih diambil dari pohon yang benar-benar berkualitas, dan juga ini untuk memastikan biji cabai ukurannya pas. Biasanya cabai pada panen pertama akan memiliki jumlah biji yang sedikit, dan cabai yang telah mendekati panen akhir akan memiliki biji yang banyak namun ukurannya kecil.

Belah buah cabai untuk mengambil bijinya, ambil bijinya dan rendam dalam air untuk memisahkan antara biji yang tenggelam dan yang terapung. Buanglah biji yang terapung dan ambil biji yang tenggelam. Biji yang terapung kecenderungannya tidak akan mau tumbuh.

Setelah biji yang terendam diambil, langkah selanjutnya adalah menjemur biji tersebut untuk mengeringkan agar biji bertahan lama.

Langkah kedua : Penyemaian bibit

Setelah biji telah kering, langkah selanjutnya adalah melakukan penyemaian. Media semai harus disispkan terlebih dahulu dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan. 

Media untuk semai pertama-tama harus digemburkan tanahnya terlebih dahulu, tanurkan pupuk kandang atau kompos. Berilah pembatas samping agar media semai tidak diganggu oleh ternak dan menghindari agar Tanah persemaian tidak ikut aliran hujan.

Setelah media semai siap, lakukan penaburan benih cabai dengan sebelumnya biji direndam ke air hangat (jangan terlalu panas). Taburkan secara merata dan beri lapisan Tanah penutup dengan lapisan yang tipis.

Untuk menghindari benih tidak terpental atau rusak akibat air hujan dan air penyiraman, maka berilah penutup pada bagian atas media semai (bisa dengan daun-daun atau dengan jaring. Selain untuk menjada media semai, penutup ini bertujuan untuk menjaga suhu media semai agar tetap lembab. Lakukan penyiraman secara rutin pagi dan sore hari.

Benih akan mulai tumbuh pada hari ke-7 dari penyemaian, bibit baru siap tanam setelah jumlah daun sekitar 4 helai lebih.

Langkah ketiga : Penyiapan Lahan Tanam

Sambil menunggu benih yang disemai tumbuh dan siap tanam, lahan tanam bisa disiapkan terlebih dahulu. Untuk membuat lahan tanam, yang harus dilakukan adalah menggemburkan Tanah (bisa dilakukan dengan cangkul atau bajak). 

Buatlah galengan (gundukan) memanjang dengan jarak antar galengan sekitar 60 cm, lebar setiap galengan sekitar 80 cm. Gemburkan Tanah dan taburkan pupuk kandang atau kompos (jika ingin menggunakan pupuk kimia dipersilahkan secukupnya, biasanya menggunakan SP36 dan KCl)

Tutup galengan dengan menggunakan mulsa untuk meminimalkan tumbuhnya gulma. Kalaupun tidak menggunakan mulsa juga tidak masalah, asalkan proses penyiangan terus dilakukan agar tanaman tidak rudak karena gulma.

Buatlah lubang dengan jarak 50 cm, dan pada setiap galengan terdapat 2 baris lubang tanam dengan jarak sekitar 60 cm.



Langkah keempat : Penanaman Bibit

Setelah lahan sudah siap dan bibit telah siap tanam, langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman. Cabut bibit yang ada di media semai, masukkan ke dalam ember yang berisi air (sedikit saja, hanya untuk merendam akar). 

Tanamlah bibit ke dalam lubang yang telah disediakan, dan tutup lubang dengan memadatkan. Namun jangan menekan terlalu keras, ini dapat mematahkan batang bibit. Lakukan penekanan secukupnya saja, jangan sampai merusak bibit. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, dan lakukan penyiraman setelah bibit selesai ditanam.

Apabila keempat langkah cara menanam cabe rawit tersebut telah dilakukan dengan benar, maka kita hanya tinggal merawat agar cabai dapat tumbuh dengan subur. Lakukan penyiraman secara berkala pagi dan sore hari.

loading...

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di BijiBersemi.Com

Blog, Updated at: 2:15 PM

1 komentar:

  1. Dengan cara tanam yang sama kadang hasil bisa berbeda gan... ketekunan juga sangat berpengaruh pada hasil...
    Halotani

    ReplyDelete